PENGUBAH FASA



Macam-macam alat pengubah fasa
1.       Kondensator putar
Kondensator putar terdiri dari berbagai jenis, diantaranya :
a.       Kondensator Sinkron
Kondensator ini merupakan jenis kondensator yang umum dipakai.Perbandingan phasa terbelakang (lagging) dan kapasitas phasa terdahulu(leading) biasanya sekitar 0,5 – 0,8. Tetapi untuk mencegah penguatan sendiri (self excitation) pada waktu percobaan pemuatan (charging test) saluran transmisi yang panjang, diperlukan kondensator sinkron dengan kapasitas phasa terbelakang yang besar dan yang mempunyai perbandingan kapasitas 1,0. Makin besar kapasitas phasa terbelakangnya makin besar pula perbandingan hubung singkatnya (short circuit ratio). Jika sebuah saluran transmisi diberi tegangan dengan kondensator sinkron, maka mungkin terjadi penguatan sendiri oleh arus penguatan sendiri oleh pemuat dari saluran transmisi itu.

b.      Kondensator asinkron
Reaktor ini mempunyai keuntungan yang besar antara lain, dapat dimulai lebih mudah, hanya sedikit menyumbang arus hubung singkat dan stabilitasnya baik.

2.       Kapasitor Shunt
Sebagai unit, ada kapasitor 1 phasa dan kapasitor 3 phasa. Pada saluran distribusi dapat dipakai 3 phasa. Jika tegangan sistim tinggi dan kapasitasnya besar, kapasitor 1 phasa dihubungkan secara bintang. Sekarang, kapasitor unit sampai 1,667 kVA telah dibuat di Jepang. Susunan kapasitor terdiri dari :
a.       Kapasitor unit itu sendiri
b.      Reaktor Seri
c.       Kumparan pelepasan (discharge)
d.      Isolator penyangga (untuk tegangan lebih dari 60 kVA)
Biasanya frekuensi harmonis yang ganjil, yakni harmonis ketiga,kelima dan ketujuh selalu ada pada sistim tenaga. Karena impedansi sistim adalah induktif untuk frekuensi ini, maka impedansi dari susunan kapasitor itu hendaknya induktif pula. Jika ia kapasitif, maka akan terjadi resonansi paralel, sehingga akan mengalir arus harmonik yang besar yang bersirkulasi antara sistim dan susunan kapasitor itu. Hal ini menyebabkan pemanasan yang berkelebihan pada kapasitor dan distorsi pada tegangan dan arus.
Untuk mencegah hal ini dipasang teaktor seri kira-kira 5 – 6%, yang ditalakan dengan harmonik keempat, untuk membuat impedansi kapasitor itu induktif pada harmonik yang lebih tinggi dari harmonik kelima.Resonansi pada harmonik ketiga kemungkinan kecil, karena harmonik ketiga itu sendiri kecil. Kecuali itu harmonik ketiga adalah dari urutan phasa nol, susunan kapasitor yang terhubung secara bintang mempunyai impedansi urutan nol yang besar, sedangkan hampir semua arus harmonik ketiga diserap oleh lilitan delta dari transformator tenaga.

3.       Reaktor Shunt
Ada 2 macam reactor shunt yaitu :
1.       Reaktor berinti besi dengan celah udara
2.       Reaktor berinti udara
Dibandingkan dengan transformator, getaran dan suara dengungnya lebih besar. Oleh karena itu pada umumnya kepadatan flux inti besinya dibuat rendah.

Komentar

Postingan Populer